RSS

Monthly Archives: November 2010

berdiri diatas kakiku senDirI…

> Šeorang teman dekat, sahabat mungkin bisa dibilang . Tiba-tiba memalingkan wajah saat bertemu di kantor. ”Ada apa ya..?” benak ku. ”Apa salahku ?..”Sikap ku ada yang salah?” ”Atau ucapan ku?” “Hmmm….”  Selanjutnya hujan pertanyaan dan badai prasangka menerpa jiwaku. Bisa diterka, hariku saat itu  menjadi hari yang kelabu,..setiap saat pertanyaan2 itu menggema dihati “kenapa ya..” membuat hariku tak bersemangat 

>Atau…saat mengirim pesan pada sahabatku untuk datang tentu saja karena aku perlu bantuan..namun apa yang aku dapat , balasan bahwa tidak bisa krn  sedang bersama orang lain…”aaah….” serta merta emosi terbawa kecewa..sedih.. merasa dikhianati, perasaan yang terganggu…dan hari itu penuh menjadi kelabu karena kecewa 

>MasyaAllah..aku pandangi report yang sudah berjam jam aku bikin, apanya yang salah…sudah lengkap bahkan report dari tahun ke tahun dengan detail sekecil2nya…tapi kenapa masih juga dicari ada yang kurang..inilah..itulah… mengkritisi hasil laporanku dan meluruskan segala yang perlu diluruskan walaupun sebenarnya telah lurus… ” ” aahh…kenapa dia selalu menyalahkan hasil pekerjaanku …Tapi entah kenapa jiwa ku  kadang salah dalam menafsirkannya atau aku sedang dalam kelelahan.  Satu yang aku  ingat bahwa hari itu juga menjadi salah satu koleksi hari-hari kelabuku..(walaupun..tak jarang juga laporan2ku sangat terpakai..namun hal kecil seperti tadi sangat mengganggu perasaan dan emosi pada hari itu)

Lama  aku  coba untuk mempelajari satu hal yang sangat menarik seperti itu. Menarik, karena paling tidak dalam hidup ku banyak kejadian-kejadian yang sangat dipengaruhi oleh hal yang satu ini, KEJIWAAN. Dan aku mengambil contoh diri sendiri menjadi objek. Aku amati, rasakan semua emosi dengan baik semua gerakan jiwa ini. Apa-apa yang membuat jiwaku senang, yang membuat jiwakusedih, serta segala penyebab ’cuaca kelabu’ jiwa yang lain, telah aku coba deteksi dengan seksama. Banyak yang aku dapati, namun lebih banyak lagi yang masih menjadi misteri.

Tiga  frame dalam hidupku diatas adalah contoh dalam catatan emosiku. Ketika apa yang dilakukan oleh orang lain, sangat mempengaruhi ’WARNA’ hariku. Hanya karena di cuekin teman, atau karena mendapatkan orang yang tidak setuju dengan apa yang kita fahami, menjadikan hidup kita tidak bersemangat, kelabu, gelap -seperti warna langit kota denpasar minggu ini 😀

Namun ditengah gejolak jiwa tersebut, aku sadar betapa jiwa ini sangat tidak mandiri. Aku  mendapati  jiwa ini mudah goyah hanya karena apa yang dilakukan oleh orang lain. Padahal aku-lah yang seharusnya mengendalikan kondisi hati ini. Ketika aku  marah, harusnya itu karena aku  memutuskan untuk marah. Pun ketika aku  sedih, harusnya karena aku memutuskan untuk sedih, bukan karena orang lain menggoyahkan..Aku  harus berdiri diatas kakiku sendiri 

Mulailah aku membenahi diri ini. Setiap kali ada yang mengusik hati ku, mencoba untuk menggoyah emosi, aku tanyakan pada diriku ”Apakah hanya karena hal sepele itu kamu  akan merusak hariku ?”, “Apakah kamu akan membiarkan orang itu mengganggu hatiku?”. Dan biasanya setelah aku tanya jawab begitu , diri ku merasa lebih ringan…dan mencoba bisa menerima semua kritik2..dengan sabar dan ikhlas, agar hariku tidak nampak kelabu…

Advertisements
 

critane cah nDeso…

Crito cekak…

Ono wong ndeso mlebu kutho, jenenge widodo,teko kutho widodo bingung eruh bangunan gedhe2..pas neng ngarepe BANK widodo moco tulisan OPEN, widodo mikir..OPEN kok gede banget..trus rotine sepiro?? pas kuwi ono bule arep mlebu Bank, widodo mbengok mbengok “Mas..Mas..ojo mlebu..iku OPEN..!!!” ning bule ne tetep mlebu, ra suwe ono negro kang metu..widodo ngomong..”Lhadalah…lak tenan to..dikandani ojo mlebu OPEN kok ngeyel, gosong to awakmu..!!!! ”

 

 
2 Comments

Posted by on 25/11/2010 in serat boso jowo, weeeew....

 

disubuH nan heniNg…

subuhpun belum terjaga
hanya mencoba temui aku dalam mimpi
dia berlari mendekat ketika aku  sekedar melangkah
dan bergegas ketika aku hanya melangkah pelan
subuh…sejatinya membuatku untuk selalu datang
basahi bibir hanya untuk menyebut namaMU
bangunan tua…kokoh menyamarkan gaung adzan
aku berdiri…sepanjang lorong mencariMU
masih sama seperti kemarin
sendiri…
sepi…
hening…
dan akupun menjadi teramat rindu padaMU

(04.17 sebelum subuh disebuah bangunan tua bandara)
 
Leave a comment

Posted by on 25/11/2010 in gado gado, kata hatiku

 

some timES..

 
Leave a comment

Posted by on 23/11/2010 in kata hatiku

 

dia yang tanpa satu lenGan…dia yang tanpa satu kaKi..

Entah kenapa aku ingin share cerita ini…,mungkin karena terlalu terkesan.., cerita ini aku dapat saat seminar minggu kemarin, seminar bung Rhenald Kasali, sebenarnya apa hubungannya penari balet dengan seminar yang membahas perubahan dan persaingan…hehehe..jadi bingung juga menghubung2kan.. 😉 setelah ditelisik..ada sedikit yang bisa diambil..simak saja cerita ini…dan lihat link videonya.

Ma Li > adalah seorang balerina profesional, yang sudah membangun karirnya sejak masa kanakkanak.
Ia berasal dari Provinsi Henan, China. Sayangnya, ketika berusia 19 tahun (tahun 1996),
ia mengalami kecelakaan mobil. Akibatnya, lengan kanannya harus diamputasi. Kemudian,..kekasihnya pergi meninggalkannya. Betapa bingung dan kecewanya Ma Li! Ia sempat mengurung diri di rumahnya selama berbulanbulan. Namun, dukungan orangtua menguatkannya. Perlahan tapi pasti, ia melanjutkan hidupnya. Ia segera belajar melakukan mengurus diri dan rumahnya dengan satu lengan. Beberapa bulan kemudian, dia sudah membuka usaha, dengan mendirikan satu buah toko buku kecil.
Pada tahun 2001, Ma Li kembali ke dunia tari yang dicintainya. Ini hal yang sulit, karena dengan hanya satu lengan, ia kurang bisa menjaga keseimbangan tubuhnya – khususnya ketika melakukan gerakan berputar. Namun Ma Li tidak putus asa. Ia terus berusaha, hingga akhirnya ia bisa menyabet medali emas pada kompetisi tari khusus untuk orang-orang yang memiliki kekurangan pada fisiknya. Menurut Ma Li, di kompetisi itu, selain mendapatkan prestasi, ia juga
mendapatkan dukungan dari orang-orang yang senasib dengannya. Dari situlah, ia mendapatkan dorongan motivasi dan rasa percaya diri yang lebih besar.

Zhai Xiao Wei >Pada umur 4 tahun, Zhai Xiao Wei sedang asyik bermain. Ia lalu mencoba memanjat sebuah
traktor, lalu… terjatuh. Karena cedera berat, kaki kirinya harus diamputasi.
Beberapa saat sebelum diamputasi , ayah Xiao Wei kecil bertanya pada putranya: “Apakah kamu takut?” “Tidak,” jawab Xiao Wei. Ia kurang memahami arti amputasi. “Kamu akan banyak mengalami tantangan dan kesulitan,” kata sang ayah.
“Apakah itu tantangan dan kesulitan? Apakah rasanya enak?” tanya Xiao Wei. Ayahnya mulai menangis. “Ya, rasanya seperti permen kesukaanmu,” katanya. “Kamu hanya perlu memakannya satu persatu.” Setelah itu, sang ayah berlari keluar ruangan. Berkat dukungan orangtua dan lingkungannya, Xiao Wei tumbuh menjadi anak yang sangat
optimis, periang, dan bersemangat. Kemudian, ia menjadi seorang atlet. Xiao Wei aktif di cabang olahraga lompat tinggi, lompat jauh, renang, menyelam, dan balap sepeda

Pertemuan mereka >Pertemuan itu terjadi pada bulan September 2005. Saat itu, Xiao Wei (21 tahun) sedang berlatih
agar bisa tampil di kejuaraan balap sepeda nasional. Ma Li melihatnya dan merasa dialah partner menari yang cocok untuknya. Ma Li berlari ke arah Xia Wei dan mengajukan berbagai pertanyaan. “Apakah kamu suka menari?” Itulah pertanyaan pertama Ma Li. Xiao Wei terkejut sekali. Bagaimana mungkin dia, yang hanya punya satu kaki, melakukan
kegiatan seperti menari? Selain itu, Xiao Wei mengira bahwa Ma Li adalah perempuan bertubuh normal. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat saat itu Ma Li mengenakan lengan palsu dan pakaian khusus untuk menutupi cacat tubuhnya.
“Siapa namu kamu? Berapa nomor telepon kamu? Tinggal di mana?” begitulah selanjutnya pertanyaan-pertanyaan Ma Li. Xiao Wei diam saja – tidak menjawab sepatah kata pun. Maka, Ma Li memberikan selembar tiket pertunjukan tari kepada pria itu. Tawaran itu diterima. Dua hari kemudian, Xiao Wei berdiri terpesona di gedung pertunjukan tari. Ia terkesan sekali dengan tarian yang dipersembahkan Ma Li. Akhirnya, ia setuju untuk menari balet bersama.
Untuk itu, ia rela pindah ke Beijing untuk berlatih bersama Ma Li. Selanjutnya, mereka latihan tiap hari, dari jam 8 pagi hingga 11 malam. Mulai dari melatih mimik wajah di depan cermin hingga gerakan-gerakan tari. Keduanya harus melalui masa-masa sulit, karena sebelumnya Xiao Wei tidak pernah menari. Sementara Ma Li sendiri, adalah seorang penari yang perfeksionis. Tahukah Anda, untuk mendapatkan gerakan “jatuh” yang tepat, Ma Li sampai rela dijatuhkan lebih dari 1.000 kali! Pada hari pertama berlatih “jatuh”, gerakan benar yang pertama baru bisa dilakukan pada pukul 8 malam…

Apa yang terjadi berikutnya Pada April 2007, mereka menyabet medali perak pada lomba tari “4th CCTV National Dance Competition” (saksikan videonya di AW Inspirational Video). Pasangan Ma Li/ Zhai Xiao Wei menjadi terkenal. Tarian “Hand in Hand”menjadi inspirasi bagi banyak orang. Apabila mau belajar dan berusaha mengatasi kekurangan yang ada pada diri kita, dan dengan tekun mengembangkan potensi diri, kita semua pasti mampu menjadi pemenang yang sesungguhnya! dan yang terpenting..bahwa setiap kekurangan jika saling dilengkapi menjadi satu kekuatan…

http://www.youtube.com/watch?v=LnLVRQCjh8c

dan..aku pun lantas menangis saat menonton video itu… hiks..hiks..





 

spasI….

secangkir capucino…bukan..bukan itu minuman pagi kali ini, namun aku ingin mencicip sedikit perubahan.. secangkir kopi pahit..hhmm ternyata enak juga dikecap dilidah (atau..aku hanya sekedar terobsesi dg judul novel yang kupegang…hehehehe..*tak taulah…
Sebuah subuh menemaniku menghabiskan ruang ruang sebuah novel, ada kalimat kalimat manis yang indah melekat diingatan…karya Dewi Lestari dalam novelnya yang pagi ini kupegang Filosopi Kopi, bait indah itu berjudul S P a s I

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tak dipakai 2 kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring..
Dewi Lestari – S p a S i

Matahari telah menukik saat novel itu kututup…ada jeda..saat aku meminum kopi, seperti juga kalimat yang harus ada spasi, karena tanpa jeda sesuatu akan membosankan, seperti juga hidup Spasi diperlukan saat kita dititik kejenuhan..perlu ruang..waktu..jeda..spasi untuk melakukan refleksi, tanpa spasi kita akan menjadi lelah , walau sebetulnya spasi itu “kecil..” namun bisa menjadikan “lebih indah”

 
 

kerlip bIntang…

 
Leave a comment

Posted by on 15/11/2010 in gado gado